.

Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

8 Fakta Menarik Tentang JERAWAT

Selain hubungan asmara, hal apa yang bisa membuat seorang perempuan galau setengah mati? Jawabnya mudah: Jerawat. Mungkin kelihatannya sepele dan kecil, namun jerawat punya kekuatan menghancurkan rasa percaya diri seorang perempuan lho.

Buat sebagian besar perempuan, apalagi para remaja, penampilan adalah segala-galanya. Mereka akan melakukan apa saja demi mendapatkan penampilan paling maksimal. lihat saja banyak perempuan yang rela menghabiskan waktu dan uangnya untuk merawat diri di salon-salon kecantikan, berbelanja baju-baju lucu di pusat-pusat perbelanjaan, atau berdandan berjam-jam sebelum pergi makan siang.

Namun semua usaha tampil cantik itu seolah-olah sia-sia begitu ada satu jerawat muncul di wajah. Mimpi tentang tampil sempurna pun sirna sudah. Bahkan, jika bisa rasanya ingin sembunyi dan tak mau bertemu dengan siapapun selama jerawat belum hilang. Rasanya jadi minder dan tak punya percaya diri lagi. Berlebihan? Tidak. Sedahsyat itu memang efek yang bisa ditimbulkan oleh sebuah jerawat.

Itulah mengapa jerawat seringkali dianggap musuh bebuyutan oleh kaum perempuan. Bagaimanapun caranya, bila jerawat datang sebisa mungkin harus segera dienyahkan. Mulai dari ke dokter, membeli obat anti jerawat, hingga melakukan perawatan. Banyak juga yang memilih percaya pada mitos-mitos tentang jerawat dan melakukan penanganan sesuai apa kata mitos tersebut.

Sah-sah saja sebenarnya melakukan usaha berdasarkan mitos. Karena tak semua mitos itu selalu salah. Tapi sebaiknya, Anda lebih realistis dengan mitos-mitos tersebut. Jangan sampai hal itu justru akan memperparah masalah jerawat Anda. Agar hal tersebut tidak terjadi, mari kita bahas 8 mitos soal jerawat dan faktanya.

Mitos: Jerawat muncul karena muka kotor
Fakta: Salah. Jerawat timbul bukan akibat muka kita yang kotor atau jarang dibersihkan. Jerawat muncul akibat penyumbatan pori-pori yang kemudian meradang. Terlalu sering membersihkan muka dengan sabun pencuci muka justru akan memperparah kondisi kulit. sebaiknya cuci muka seperlunya dan gunakan sabun yang formulanya lembut di kulit.

Mitos: Makanan berlemak menjadi salah satu penyebab jerawat
Fakta: Salah. Cokelat, kacang, kentang goreng, susu dan bahan makanan berlemak lainnya sering dituding sebagai salah satu penyebab jerawat. Beberapa ahli dermatologi menyanggah hal tersebut. Mereka mengatakan, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah dan otentik mengenai makanan berlemak dan kemunculan jerawat.

Mitos: Riasan wajah menyebabkan jerawat
Fakta: Benar. Memang ada beberapa kosmetik yang efeknya memang menyumbat pori-pori dan akhirnya memicu kemunculan jerawat. Namun tidak semua kosmetik seperti itu. Untuk menghindari jerawat karena kosmetik, Anda memang harus mencoba menemukan mana yang paling cocok dengan jenis kulit Anda dan memastikan bahwa kosmetik tersebut aman bila digunakan.

Mitos: obat jerawat dosisi tinggi lebih efektif hilangkan jerawat
Fakta: Salah. Obat jerawat telah dibuat sesuai dengan aturan dosis. Menambah dosis tanpa berkonsultasi ke dokter justru akan memperparah kondisi kulit Anda. Jika memang keadaan jerawat Anda setelah diobati tidak kunjung membaik atau malah memburuk, Anda sebaiknya meminta bantuan dokter untuk menangani masalah tersebut.

Mitos: Aktivitas seksual picu munculnya jerawat
Fakta: Salah. Sampai saat ini belum ditemukan keterkaitan aktivitas seksual dengan produksi kelenjar minyak pada kulit.

Mitos: Dampak jerawat hanya sebatas pada penampilan seseorang
Fakta: Salah. Jerawat bisa memberikan dampak lebih dari itu yakni memberi efek buruk pada psikologi seseorang. Munculnya jerawat bisa mempengaruhi kepercayaan diri seseorang.

Mitos: Jerawat akan sembuh bila dipencet
Fakta: Salah. Mitos ini sangat salah dan berbahaya bila dilakukan. Pasalnya memencet justru akan membuat luka jerawat terbuka sehingga lebih mudah terinfeksi oleh bakteri. Keadaan ini justru akan memperparah jerawat dan kondisi kulit Anda.

Mitos: Jerawat hanya dialami oleh kaum remaja saja
Fakta: Salah. Jerawat bisa dialami bahkan oleh orang yang berusia 30 hingga 40 tahun. Beberapa orang malah memiliki masalah jerawat sepanjang hidup.
Semoga info ini bermanfaat untuk Anda dan sahabat-sahabat Anda yang Anda cintai. 

9 Mitos tentang Jerawat


Foto: Amerikanki

Metrotvnews.com: Salah satu masalah seputar jerawat, meskipun bidang kedokteran semakin maju, banyak yang tidak memahami tentang hal-hal yang menyebabkan jerawat. Tanpa pengetahuan yang baik, sulit untuk mengobati jerawat secara efektif.

Minimnya pengetahuan tentang jerawat ini memberi peluang besar timbulnya mitos. Berikut beberapa mitos tentang jerawat yang harus diabaikan:

1. Matahari akan menyembuhkan jerawat
Mitos ini memiliki dasar fakta yang merupakan bagian dari alasan hal ini masih tersebar luas. Bagi yang memiliki kulit normal, sinar matahari 20 menit per hari dapat bermanfaat untuk jerawat, terutama jerawat di bagian tubuh. Bagi mereka yang memiliki kulit gelap, sinar matahari 30 menit per hari sebagai trik untuk menghilangkan jerawat. Yang dimaksud adalah paparan langsung sinar ultra violet (UV) tidak akan menyembuhkan jerawat dan tidak ada jumlah sinar matahari yang akan membuatnya pergi sepenuhnya. Jangan keluar rumah tanpa tabir surya dan risiko luka bakar hanya untuk mengobati jerawat tidak akan berhasil. Menikmati matahari tapi jangan terlalu berlebihan.

2. Cokelat penyebab jerawat
Tidak ada hubungan yang pasti antara cokelat dan jerawat. Tapi ada hubungan antara makanan tinggi glisemik dan jerawat. Jadi, jika cokelat mengandung banyak gula bisa menyebabkan jerawat, tapi cokelat itu bukan pelakunya. Coba cokelat rendah gula atau cokelat hitam (dark chocolate) bukan susu cokelat yang banyak mengandung gula. Hindari roti putih, pasta, dan biji-bijian olahan lainnya. Gandum dan roti multigrain cenderung rendah berkontribusi terhadap jerawat.

3. Hanya remaja yang berjerawat
50% dari pria dewasa dan 20% dari perempuan dewasa akan mengalami jerawat di beberapa titik. Terlebih lagi, kasus jerawat orang dewasa terus meningkat. Belum jelas mengapa orang dewasa menderita lebih banyak jerawat daripada masa sebelumnya. Jerawat orang dewasa mudah dikendalikan dengan perawatan yang sama sedangkan jerawat remaja tidak.

4. Jangan pernah memencet jerawat
Sama sekali tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa memencet jerawat berbahaya atau meningkatkan risiko infeksi dan pecah nantinya. Kenyataannya, menghilangkan jerawat yang memiliki isi putih atau kuning akan memulai penyembuhan dan membantu melawan bakteri. Secara umum, memencet jerawat hingga isinya keluar adalah ide baik, tapi memencet lainnya hanya menyebabkan peradangan berlebih. Memencet jerawat tidak akan menimbulkan bekas, tetapi kulit di sekitar jerawat dapat menimbulkan bekas.

Ada cara yang tepat untuk memencet jerawat. Pertama, mensterilkan kulit dengan alkohol dan menusuk dengan lembut jerawat dengan jarum steril. Dapatkan pusat putih atau kuning jerawat karena tidak akan sakit menusuk daerah itu. Buat lubang kecil saja dan jangan mendorong jarum ke kulit Anda. Selanjutnya, tekan sisi jerawat untuk menghilangkan sisa jerawat. Berhenti memencet ketika cairan bening keluar. Selesaikan dengan mengaplikasikan sedikit benzoil peroksida (benzoyl peroxide). Sebaiknya dilakukan oleh dokter kulit.

5. Stres penyebab jerawat
Hal ini sebagian benar sebagian tidak. Mengalami hari yang buruk tidak akan membuat jerawat Anda lebih parah. Namun, ada hubungan antara hormon stres (seperti glucocorticoids) dan jerawat. Kaitan ini tidak dapat dipahami dengan baik, namun stres kronis, sakit, dan kurang tidur dapat meningkatkan glukokortikoid. Tingkat glukokortikoid yang tinggi dapat menyebabkan perubahan dalam struktur kulit dan memperburuk jerawat.

6. Mencuci muka menghapuskan jerawat
Wajah kotor tidak ada hubungannya dengan berjerawat atau tidak, meskipun dapat berpengaruh buruk. Jerawat sebenarnya muncul di bagian bawah pori-pori, bukan akibat dari kotoran yang masuk dari permukaan kulit. Belum jelas apa yang menimbulkan jerawat, tetapi diketahui bahwa genetika memainkan peran. Mencuci wajah Anda untuk menghilangkan minyak, kotoran, dan kulit mati adalah baik, tapi perlu dilakukan dengan lembut untuk menghindari iritasi. Iritasi dan peradangan pasti membuat jerawat lebih buruk.

7. Minum air putih menghilangkan jerawat
Air dapat membantu Anda tetap terhidrasi dan meningkatkan aliran darah ke kulit. Ini dapat mengurangi peradangan sedikit, tapi jerawat belum tentu.

8. Tabir surya penyebab jerawat
Tabir surya tidak akan menyebabkan jerawat, tapi tabir surya berminyak dapat memperburuk itu. Tentu saja, sengatan matahari dapat memperburuk jerawat dan membawa risiko kanker kulit. Lebih baik untuk menghindari luka bakar meskipun tabir surya tidak membuat jerawat sedikit lebih buruk. Untuk membantu Anda tetap keluar rumah di siang hari, ingat bahwa ada dua jenis tabir surya, fisik dan kimia. Tabir surya fisik mengandung titanium oksida dan seng oksida yang dapat memperburuk jerawat. Sedangkan tabir surya kimia tidak.

9. Jerawat hanya kosmetik
Jerawat parah dapat menyebabkan masalah serius dengan harga diri dan bahkan menyebabkan depresi. Selain itu, jerawat cystic dapat meninggalkan bekas luka permanen dan menyebabkan infeksi kulit. Untungnya, pengobatan memperbaiki dan dermatologis khusus menangani jerawat dapat membuat perbedaan besar untuk sebagian besar pasien. Jika jerawat mempengaruhi diri Anda, jangan ragu untuk menghubungi dokter kulit yang berkualitas.

5 Mitos & Fakta tentang Jerawat

Mitos 1: Mencuci wajah lebih sering akan membantu membersihkan jerawat.

Fakta:
Jerawat tidak disebabkan oleh kotoran. Bertentangan dengan apa yang mungkin telah Anda lihat dalam iklan, pori-pori tidak disumbat dari atas ke bawah oleh “kotoran”.
Sebaliknya, dinding pori-pori yang saling menempel jauh di dalam kulitlah yang menyebabkan pembentukan jerawat.
Bukannya mencegah jerawat, sering mencuci wajah justru akan membuat pori-pori teriritasi dan menyebabkan pori-pori menjadi tersumbat. Kain untuk lap wajah bisa menambah parah iritasi.
Langkah terbaik ketika mencuci wajah adalah cucilah dengan lembut dan cukup dua kali dalam sehari.

Mitos 2: Stres bisa menyebabkan jerawat.

Fakta:
Stres mungkin berefek pada hormon dan secara teori bisa menimbulkan jerawat. Namun, penyebab jerawat bisa lebih kuat daripada kondisi stres setiap hari.
Beberapa obat psikiatris mungkin bisa menyebabkan jerawat sebagai efek samping, tetapi stres itu sendiri bukanlah masalah besar.
Lebih baik gunakan waktu untuk menentukan program yang tepat untuk mengobati jerawat daripada merasa bersalah karena stres.

Mitos 3: Masturbasi atau seks bisa menyebabkan jerawat.

Fakta:
Ini merupakan gagasan kuno yang berasal pada awal abad ke-17 untuk mencegah anak-anak muda melakukan hubungan seks pranikah dan tentu saja ini tidak berdasarkan pada bukti ilmiah.
Penjelasan yang lebih masuk akal adalah bahwa tingkat androgen (hormon seks pria) yang tinggi bisa menyebabkan peningkatan dorongan seksual.
Sedangkan tingkat androgen yang tinggi dihubungkan dengan kasus jerawat yang parah.
Jadi, tingkat androgen yang tinggi yang berkaitan dengan jerawat, bukan karena peningkatan keinginan melakukan aktivitas seksual.

Mitos 4: Matahari akan membantu menghilangkan jerawat.

Fakta:
Matahari bisa membantu dalam jangka pendek untuk mempercepat pembersihan jerawat yang ada saat memerahkan kulit wajah, sehingga menyamarkan warna merah akibat jerawat.
Namun, terbakar karena matahari sebenarnya merusak kulit. Sangat penting untuk mencegah kerusakan pada kulit wajah ketika mencoba menghilangkan jerawat.
Paparan matahari bisa menyebabkan iritasi kulit yang membuat jerawat menjadi lebih buruk.

Mitos 5: Ada kaitan antara diet dengan jerawat.

Fakta:
Intinya diperlukan penelitian lebih lanjut akan hal ini. Kita tahu bahwa orang-orang pada jaman dulu tidak ada satupun yang mengalami masalah jerawat.
Hal ini sangat kontras dengan banyaknya masalah jerawat di masyarakat moderen.
Hal ini membuat kita harus merenungkan pertanyaan apakah diet masyarakat jaman dulu memberikan kontribusi untuk kulit yang bebas dari jerawat?
Menemukan cara diet untuk mencegah jerawat merupakan tantangan masa depan. Tapi yang pasti kehidupan moderen sangat berbeda dari nenek moyang kita.
Nenek moyang kita adalah pemburu sehingga kita tidak mungkin meniru pola makan mereka.

Mitos-mitos Tentang Jerawat

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang bisa membuat bad mood para penderitanya. Bagaimana tidak, jerawat bisa sangat mengganggu penampilan kita karena wajah jadi terlihat kotor akibat bentuk jerawat yang bulat-bulat. Jerawat tidak saja muncul di wajah, ternyata jerawat juga bisa muncul di leher, dada dan punggung. Kok bisa ya? Iya bisa-bisa saja, karena jerawat di sekitar punggung dan dada biasanya terjadi akibat faktor pola hidup yang kurang bersih. Misalnya saja karena jarang mandi atau jarang mengganti baju.

Sekarang ini, mengatasi jerawat kini bisa dilakukan dengan pergi ke dokter kulit atau ke tempat scin care. Namun tidak seikit pula mereka yang memilih untuk menggunakan cara-cara tradisional dalam mengatasi jerawat seperti meminum jamu dan menggunakan masker buah-buahan. Nah, jika Anda tertarik untuk melakukan perawatan jerawat, sebaiknya Anda mengetahui dulu seluk-beluk mengenai jerawat terutama mitos-mitos mengenai jerawat, agar Anda bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Mau tahu apa saja mitos-mitos mengenai jerawat? Simak pembahasan berikut ini.

1.    Hanya remaja yang bisa memiliki jerawat.
Duh ini hanya mitos ya. Jerawat tidak hanya bisa dialami oleh remaja, namun mereka yang berumur 30 tahun keatas juga bisa lho mengalami jerawat. Ada beberapa hal yang perlu diingat mengenai jerawat, pertama, jerawat adalah proses penyumbatan minyak, sel kulit mati dan bakteri si pori-pori kulit. Kedua, faktor jerawat ada beberapa macam yaitu faktor hormon, faktor usia, faktor mentruasi, makanan, cuaca dan gaya hidup. Jika para remaja mengalami jerawat akibat sebum yang aktif berproduksi, mereka yang berusia 30 tahun ke atas biasanya cenderung karena faktor tidak cocok dalam penggunaan pil KB, stress atau pola hidup yang kurang bersih.

2.    Jerawat bisa menular.
Pernah kah Anda diasingkan oleh teman-teman akibat Anda jerawatan? Lalu kemudian mereka bilang karena takut ketularan jerawatan? Aduh, it’s totally wrong ya Ladeis. Jerawat tidak bisa menular karena jerawat bukan sebuah virus. Jerawat adalah masalah kulit yang diakibatkan oleh penyumbatan minyak di pori-pori kulit. Jerawat pun terjadi bisa akibat karena faktor kebersihan diri. Jadi jangan beranggapan bahwa jerawat bisa menular ya.

3.    Pasta gigi untuk mengobati jerawat
Apakah Anda pernah mendengar soal hal ini? Ternyata ini hanya mitos lho Ladies. Pasta gigi ternyata tidak bisa mengobati jerawat. Hal ini dikarenakan pasta gigi banyak mengandung senyawa yang bisa merusak kulit. Memang benar bahwa kandungan triklosan mampu mengobati jerawat karena merupakan senyawa antibakteri. Begitu pula sama halnya dengan kandungan menthol yang mampu mengecilkan jerawat. Namun ladies, kandungan tersebut berbobot lebih kecil ketimbang senyawa lainya sehingga sangat berbahaya jika digunakan untuk kulit. Nah setelah Anda mengetahui beberapa mitos tentang jerawat, semoga hal ini bisa membantu Anda untuk lebih bijak mengambil keputusan ya. Semoga bermanfaat!